Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label jatuh cinta

Rindu Sialan!

Berkas sinar menyapa dari selah kamar Membawa hangat yang serupa senyummu Ah, memang rindu sialan! Ada saja yang membuatku mengingat kenangan Pernah dulu, ada sapaan hangat tiap pagi Ketukan kecil pintu menyadarkan dari mimpi buruk Ah, memang rindu sialan! Ada saja rasa ingin kembali dan selalu berangan Bibir merah penuh, bergincu pastel Jerawat kecil di wajah merona Rambut ikal tergerai, harum melati Tak pernah bosan ku tenggelam berkhayal Ah, memang rindu sialan! Rasa setrum di jantungku masih sama Rasa sayangku pun begitu Sayang, rindukah kau padaku? Tapi, sudahlah... Setidaknya harummu, bayangmu, suaramu Masih bisa kukecap dari sini Sampai ketemu di Surga, cintaku.

Segenggam Pasir Adalah Cinta

Hujan turun perlahan, teratur sekali hari ini. Seperti perasaan Laras padaku, teratur, rapi, tapi basah. Aku menatap Laras dari jauh, berharap ia tak melihat keberadaanku. Kejadian pahit itu sudah lampau, tapi aku masih berdiri mengendap untuk melihat Laras. Jika saja dulu aku lebih baik, pasti Laras tidak akan menjadi segenggam pasir yang lepas dari genggamanku. Air mata Laras masih saja membasahi hatiku yang telah menghancurkannya, dan sampai saat ini aku masih saja merasa bersalah, meskipun Laras sepertinya sudah membuang ingatannya tentang aku. "hhh...." helaan napas berat ini selalu muncul ketika ada nama Laras dalam hariku. *terpaku Laras menatap kearahku! Tapi seketika dia masuk ke dalam kedai kopi bersama seorang teman lelaki. Tampaknya dia tak menyadari kehadiranku, dan aku bersyukur. "Hufft..Untung" Ucapku pelan sambil mengelus dada. Aku coba lihat ke dalam kedai, tapi tak mampu menjangkau tempat duduk Laras. Kendara...

Jatuh Cinta: Purnama

Angin berbisik lembut, Membisik bentuk wajah yang tersirat Membuat rindu menggebu dan terasa dekat Saat awan beranjak, Putihnya serta harum semerbak Segera membuatku menebak-nebak Memang jatuh cinta, tai rasa coklat Semua yang terlihat, kau telan bulat-bulat Padahal ketika aslinya muncul, segera napasmu tercekat Itulah adanya cinta nostajik Ada getar dihati menelisik Seakan bumi bulat, membuat jantungku enerjik Dalam perasaan ku-remat Jemari yang kugenggam kuat Ketika menatapmu dan aku terpikat Sungguh cinta, bagai bunga punya kelopak Anggun jelita dan rindu memuncak Bergeserku dari kamar ke sahara bersemak Linglung hatiku tersesat Seakan dunia tak lagi dapat dilihat Karena, hanya kau yang kasat Purnamaku, aku rindu

Puisi: "Anu"

Cinta itu bagai kentut, Setelah terungkap akan lega Sayang padamu bagai rembulan, meskipun bopeng... Aku menunggu cahayamu Kasih padamu itu bagai angin kencang, setelah rubuh, aku akan bangun mengejarmu Rasa penuh cita, Rasa terluka, dan duka yang terbuka Apapun itu aku tetap mengejarmu Karena "ANU"ku padamu Posted:2011-12-24 15:14:04 UTC+07:00 source: raseukinotes.blogspot.com

Virus!

Begitu... Membuatku mati perlahan, Mengerang pedih dalam kesendirian Begini? Tidak bukan mauku seperti ini, Tidak dengan kesepian dan derita Virus! Ya! Kau adalah virus Yang merasuk dan menggegorogiku Virus! Habisi saja sekalian! Hilangkan jiwaku jangan sisakan Sudah cukup! Berhenti membunuh perlahan Bergeraklah cepat dan matikan aku Sekilas saja Hentikan pandanganmu tepat di mataku Hinakan kondisiku tak merubah takdir Tak mampu lagi aku Senandung senja pun memudar Sajak durjana pula tak lagi menghibur Lepaskanlah, Jangan janjikan aku bahagia Jangan lagi aku dijadikan tumbal Lewatkanlah... Acuh hidupku kini Aku biarkan virusmu menerjang ... Kau! ... Virus !

Jikalau, Ya.

Mengusahakan segalanya, untukmu... Pernah! Tentu saja. Apa yang tak kuberikan? Bahkan merelakan nyawaku pun aku pernah. Apa? Bodoh? Oh tentu saja sayang, belum pernah ada orang jatuh cinta yang mendadak pandai. Belum pernah ada orang jatuh cinta yang perhitungan. Jikalau, ya! Lantas ketika aku memilih berhenti, dan pergi. Mengapa tak pernah ada ucapan baik yang kudengar? Jikalau, ya! Lantas ketika kau memaki, dan aku diam. Mengapa justru cacian yang kau beri, sayang? Mengusahakan semuanya, untukmu. Adalah bagian dari jatuh cinta terdalamku Sekaligus, bagian hidup terbodoh yang aku lakukan. Sekarang? Pergilah... Aku relakanmu untuk mendapatkan kebodohanmu selanjutnya.