Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kesedihan

Dingin: Sepi membunuh!

Berkali, kucoba balik lembar lama Berharap masih ada harap yang kutinggal Bersenandung pura pura tenang, tak gundah Bertatap cermin dengan tebal riasan kebohongan Tapi, apa daya... Dingin mencoba mengambil kemudi Terdiamku ketika sadar, dingin mulai mencipta puisi sepi di kepala, di hati Terpaku saat kusadar, sepi membunuh! Pelan...Tapi pasti! Tetapku usaha bernafas dalam, bermain dengan irama kematiannya Ya! Sudah begitu ditulis.. nasib menjadi mayat Yang kubiasakan sedikit demi sedikit, berpacu dalam arena pembunuhan ini Yang digores dalam rasa, dan dilumuri kepedihan Yang digoreng dengan api kebencian kecil dan matang perlahan Matiku pasti, Membusukku pun jelas adanya Memang begini sudah kuterima saja Mungkin, dingin terlalu iri pada kehangatan jiwaku Baca tulisan lainnya

Tekuk, Lipat, dan Berlapis: Kecewa

Kutekuk, kulipat..berlapis Perasaan kecewa, putus asa Bersenandung dalam hujan agar saru tampaknya Kubelenggu kepedihan...dalam gelap Perasaan sedih, dan lenyap harap Berenang dalam lubang agar tak tampak rupanya Ya! Begitulah... Ketika terlalu memberi ruang pada manusia Tidak! Bukan tak lagi... Ketika mencoba kembali namun sirna adanya Bu, Tahukah? Mengertikah? Pak, Terdengarkah? Pedulikah? Berkali aku hujamkan penjelasan Perasaan seekor piyik dilumbung cinta Namun, tak daya kutampung gelisah Hari demi hari, Tahun ke tahun, Menjadi tahi dan hinaan Bukan aku tak mau, Bukan pula tak sudi, Tapi kotoran berlapis dicitraku Ya, baiklah... Aku mendengar, Aku berdiam Semua punya waktu, Kutekuk kembali kecewa Kulipat lagi semua, ku ikat dan kusimpan di garasi jiwa. Cukuplah.. Berhenti. Aku lelah.

Mak Rindu, Nak.

3 hari sudah... Aku menanti hingga matahari mulai meninggi Namun, tak kunjung muncul kedatangannmu 3 hari pula... Aku rela memejam berbantal lengan Namun, tak ada tandamu Nak, Amak rindu... Tingkah polah dan suaramu yang lucu Nak, Pulanglah... Bukankah mak sudah janji memberimu wet food minggu ini Pulanglah, Biarkan amak peluk erat Biarkan amak cium kepalamu Pulanglah, Amak ingin mengelus kepalamu saat kantuk datang Amak ingin menggendong hingga kau tenang Amak rindu, Nak Aluwi ku..