Langsung ke konten utama

Isi Pada Jiwa




Kemarin,
Hendak ku kembalikan...
Kepingan-kepingan hati pada bumi,
reruntuhan jiwa pada diri...

Dahulu,
Pernah hanyut lewat hulu,
Melewati sungai menuju samudera
Kemudian timbul meski luka mendera...


Tiadakah?
Bisa aku hancurkan angkuh merekah?
Melempar nasi basi,
Lalu berusaha buang gengsi...

Kemudian,
Memaki diri pada hinaan
Menusuk nadi,
Biarkan luka semakin menjadi...

Berhentiku pada pilu,
Dihantam berkali-kali dengan palu...
Kemudian berjalan,
Seakan mimpi hanya angan

Hari ini,
Aku tegapkan kembali lini
Berlari kejar cita...
Dan  berharap di sini ada cinta.


Puisi ini, pernah saya post di blog lama ( https://raseukinotes.blogspot.com)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Life: The real living matter

What you deserve? Kind of successful job? Wealthy and many expensive cars? Nah! It just a counted things It just an eye catching Life is not to enjoy your laziness Life is struggle Life is a choice No matter how hard problems come No matter scolding hits No matter how confused it feel Effort will not betray the results Effort will not forget the struggle Effort will not leave a strong heart Hail to those who work harder Hail to those who pray more often Hail to those who fight endlessly

Puisi: Hilang

Bukan sekali, Ada lebah datang merayu kembang Tapi tak lama hilang.. Karena warnanya tak sesuai Pernah jua, Ada lebah mampir Tak lama ia melipir.. Karna kembang tak lagi muda Kembang pernah bercerita, Ia hanya ingin mati bahagia Buka soal kaya, Setidaknya bisa memberi pada sesama Lama tak ada surat, Aku lihat kembang mulai layu, Tak lagi peduli pada yang merayu Kemudian kembang hilang Hilang merunduk pada tanah yang selamanya peduli, Merunduk pada tanah yang selalu setia Hingga akhirnya kembang hilang Tanah mencari kembang lain yang segera tua

Puisi: Tak Biasa

Mungkin, Bisa jadi, Oh! Boleh jadi begitu. Tapi tidak! Ini tak biasa. Bukankah selama ini bisa?! Adakah merasa gagal saat mulai? Atau merasa tak berguna? Atau mungkin hanya pikiranku saja? Tapi tidak! Ini sungguh tak biasa. Selama ini jauh lebih berat. Harusnya aku bersyukur, bukan? Harusnya jauh lebih kuat, kan? Harusnya tak berair mata, iya kan? Tapi tidak! Ini benar-benar tak biasa. Bukankah selama ini mampu?! Bangunlah. Berdiri! Atau paling tidak merangkak. Jangan berhenti. Jangan sia-siakan jantungmu memacu. Jangan hinakan jiwamu berjuang. Tapi. Tidak ada tapi kali ini. Tetap bergerak, walaupun siput jauh lebih kencang.