Langsung ke konten utama

Idul Fitri : Rantauku

Tak pulang (lagi) tahun ini...
Tak berpeluk bapak ibu (lagi) tahun ini
Tak berkunjung ke sanak saudara
Tak makan besar

Idul Fitri, rantauku...
Idul Fitri, rinduku
Idul Fitri, sendiriku
Idul fitri, sederhanaku

Ku syukuri, sehatku
Ku syukuri, jauhku
Ku syukuri, keberadaanku
Ku syukuri, kondisiku

Mungkin banyak yang kekurangan
Materi
Mata berkaca ketika bersalaman, namun
Masih banyak yang kehilangan keluarganya

Jadi, semangatlah
Jadi, sabarlah
Jadi, kuatlah
Jadi, tabahlah

Idul fitri-ku...
Rantauku...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Life: The real living matter

What you deserve? Kind of successful job? Wealthy and many expensive cars? Nah! It just a counted things It just an eye catching Life is not to enjoy your laziness Life is struggle Life is a choice No matter how hard problems come No matter scolding hits No matter how confused it feel Effort will not betray the results Effort will not forget the struggle Effort will not leave a strong heart Hail to those who work harder Hail to those who pray more often Hail to those who fight endlessly

Puisi: Hilang

Bukan sekali, Ada lebah datang merayu kembang Tapi tak lama hilang.. Karena warnanya tak sesuai Pernah jua, Ada lebah mampir Tak lama ia melipir.. Karna kembang tak lagi muda Kembang pernah bercerita, Ia hanya ingin mati bahagia Buka soal kaya, Setidaknya bisa memberi pada sesama Lama tak ada surat, Aku lihat kembang mulai layu, Tak lagi peduli pada yang merayu Kemudian kembang hilang Hilang merunduk pada tanah yang selamanya peduli, Merunduk pada tanah yang selalu setia Hingga akhirnya kembang hilang Tanah mencari kembang lain yang segera tua

Puisi: Tak Biasa

Mungkin, Bisa jadi, Oh! Boleh jadi begitu. Tapi tidak! Ini tak biasa. Bukankah selama ini bisa?! Adakah merasa gagal saat mulai? Atau merasa tak berguna? Atau mungkin hanya pikiranku saja? Tapi tidak! Ini sungguh tak biasa. Selama ini jauh lebih berat. Harusnya aku bersyukur, bukan? Harusnya jauh lebih kuat, kan? Harusnya tak berair mata, iya kan? Tapi tidak! Ini benar-benar tak biasa. Bukankah selama ini mampu?! Bangunlah. Berdiri! Atau paling tidak merangkak. Jangan berhenti. Jangan sia-siakan jantungmu memacu. Jangan hinakan jiwamu berjuang. Tapi. Tidak ada tapi kali ini. Tetap bergerak, walaupun siput jauh lebih kencang.